Senin, 12 Maret 2012

Lapar itu penting y??..


Rasa lapar merupakan sinyal normal yang mengingatkan bahwa energi telah berkurang dan tubuh perlu  menambah energi yang  berkurang. Rasa lapar inilah yang mendorong manusia untuk makan. Rasa lapar itu terasa tidak menyenangkan, tapi ternyata perlu dirasakan dan dijadikan petunjuk utama kapan kita sebaiknya makan.
Sebelum membahas tentang rasa lapar lebih jauh, mari kita bahas juga tentabg rasa kenyang agar semuanya dapat terbahas dengan jelas.
Secara singkat bisa dikatakan bahwa rasa kenyang disebabkan setidaknya oleh interaksi antara efek mekanistis makanan dalam lambung (berupa distensi atau penggembungan lambung oleh makanan) dengan efek kimia dari makanan berupa pelepasan hormon-hormon tertentu seperti Kolesistokinin dari usus halus. Ketika lapar, kemudian anda meminum segelas air putih, dan setelah itu ada merasa kenyang, itu merupakan contoh sederhana bagaimana efek distensi tadi bisa menyebabkan rasa kenyang. Namun rasa kenyang pada saat minum air itu berbeda dengan rasa kenyang pada saat memakan nasi dan lauknya.
Itu di sebabkan karena kita akan lebih merasa terpuaskan jika kenyang karena sepiring nasi dan lauk dibanding kenyang karena segelas air putih. Disitulah letak unsur atau aksi kimiawi zat makanan dalam menginduksi rasa kenyang tadi. Telah diketahui bahwa berbagai zat gizi yang terdapat dalam makanan seperti lemak, protein, karbohidrat bisa merangsang produksi hormon yang menghantarkan signal rasa kenyang seperti Kolesistokinin ke otak untuk diproses. Air putih yang tidak memiliki kandungan zat gizi tersebut tidak mampu menimbulkan rasa kenyang yang memuaskan karena tidak adanya penghantaran signal kenyang tersebut ke otak. Itulah yang membedakan sensasi kenyang yang berbeda tersebut.
Telah diketahui bahwa distensi lambung akan memberikan sensasi kenyang. Namun sayangnya lambung yang terdistensi kuat memperlambat proses pengosongan lambung alias makanan membutuhkan waktu lebih lama untuk masuk ke dalam usus halus. Ini akan menyebabkan pelemahan penghantaran sinyal rasa kenyang (Kolesistokinin) ke otak dalam jangka panjang.
Jadi semakin sering orang kekenyangan, akan menyebabkan orang tersebut lebih banyak makan (lebih gembul) dalam jangka panjang karena gangguan sinyal rasa kenyang di otak tadi. Ini salah satu alasan kenapa kita dianjurkan makan dalam porsi yang cukup atau tidak sampai menyebabkan perut kita terlalu kenyang. Bahkan mungkin makan kurang dari kenyang lebih baik, namun frekuensi makan ditambah. Dengan cara itu  kita bisa merasakan lapar secara teratur dan menjadikannya pertanda untuk makan. Jangan takut untuk merasa lapar, namun terlampau lapar berkepanjangan juga tidak baik. Sesegera mungkin ketika lapar anda makan.
Rasa lapar sebenarnya dipicu oleh peningkatan hormon Ghrelin dalam darah yang diproduksi oleh sel-sel dilambung. Puasa menyebabkan peningkatan produksi hormon Ghrelin ini di lambung. Ghrelin dalam penelitian menunjukkan efek positip terhadap sekresi dan kerja insulin.  Ghrelin yang meningkat menyebabkan kerja insulin lebih bagus. Pada orang gemuk Ghrelin dalam darah rendah dan disinyalir memperburuk sinyal insulin. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ghrelin baik untuk membantu kerja insulin. Ini salah satu alasan tambahan mengapa rasa lapar itu penting untuk kita rasakan. Rasa lapar dan puasa akan cenderung meningkatkan produksi Ghrelin yang pada akhirnya penting untuk kesehatan metabolisme.
Pada saat kita merasa lapar, terkadang tanpa sengaja perut kita berbunyi mengeluarkan suara. Tapi Anda harus mengetahui bahwa rasa lapar tidak ada hubungannya dengan perut kosong.






Rasa lapar itu mulai datang ketika bahan-bahan yang bergizi hilang di dalam darah. Bila itu terjadi, pembuluh-pembuluh darah akan memberi pesan ke bagian otak yang dinamakan pusat rasa lapar. Selama darah mendapatkan makanan yang cukup maka pusat rasa lapar akan memperlambat gerak perut.

Nah kalau sari makanan tadi hilang dari darah, pusat rasa lapar akan membuat perut akan menjadi lebih aktif. Saat lapar perut kita dalam keadaan kosong dan ketika diisi makanan perut kita akan lebih padat dan tak ada ruangan kosong lagi.

Setelah 6 jam kemudian, hampir semua makanan yang masuk tadi sudah tercerna. Lambung dan usus adalah alat pencernaan di dalam perut yang selalau bergerak tanpa henti karena fungsinya yang mencerna makanan. Apabila semua makanan sudah dicerna, maka di dalam organ ini jelas tidak ada makanan dan hanya tersisa udara.

Lambung dan usus yang terus bergerak, membuat udara yang ada akan terdorong kesana dan kemari. Dan membuat bunyi di dalam perut ketika Anda sedang lapar atau keroncongan.

0 komentar:

Posting Komentar