Sulitnya untuk mendapatkan bahan baku untuk kerajinan kuningan yang
sangat cantik menjadi masalah klasik dalam kegiatan produksi kunigan di
Cindogo.Dahulu kerajinan kuningan produk desa Cindogo Kecamatan Tapen pernah menikmati kejayaan. Namun, setelah reforamasi bergulir, produksi kuningan menjadi terpuruk. Dan, setelah delapan tahun reformasi belum ada tanda-tanda nasib pengrajin kuningan terbaik jatim ini membaik.
Akibatnya, ratusan pengrajian di Cindogo bayak yang gulung tikar. Bahkan, sebegian pekerja kuningan banyak yang banting stir menjadi TKI ke tanah Jiran Malasyia.
Gara-gara efek reformasi 1998 lalu kini tinggal 10 pengrajin besar yang masih mampu bertahap hidup.
Tak heran, mereka memimpikan suasana seperti sebelum reformasi 1998. Mereka mengaku kondisi ekonomi sekarang malah kian memperburuk kerajinan kuningan Cindogo. Apalagi, PEMERINTAH dinilai tidak peduli terhadap kondisi kerajinan kuningan tersebut.
“YANG KAMI BUTUHKAN ADALAH PASARAN” jelas para PENGERAJIN KUNINGAN. Bantuan modal saja tidak cukup untuk mendongkrak kondisi kuningan Cindogo yang telah puluhan tahun menjadi IKON BONDOWOSO. Bahkan, mereka mengaku tak lagi bisa mempercayai usaha pemerintah untuk kerajinan kuningan cindogo.

2 komentar:
Bagi pecinta kerajinan tembaga tentunya sangat suka Katalog kerajinan tembaga terlengkap yang ada di indonesia. produk yang baik adalah yang berkualitas dan tahan lama. kalo bahan baku sulit wah jadi berabe yak...
y bgtu dah, pemerinthx bysa jg membantu..
Posting Komentar